Berita | Menyoal Banyaknya Pagar Miring di Pekanbaru

Berita

Menyoal Banyaknya Pagar Miring di Pekanbaru
Kamis, 04 Agustus 2016 Administrator

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU.

Pengamat Perkotan/Dosen Magister Teknik sipil UIR

Bagi Anda yang sering keliling kota, coba lihat lahan-lahan pembangunan di sebelah kiri dan kanan disepanjang jalan Soekarno Hatta Pekanbaru. Ternyata banyak pagar tembok batu bata yang baru dibangun mulai miring, retak, ada pula yang dirubuhkan untuk direnovasi. Padahal sebagian besar dari bangunan pagar ini mempergunakan pondasi tiang pancang mini pile. Seperti yang Anda ketahui satu tiang pancang mini pile bisa memikul beban izin sampai atau lebih dari 20 ton, mengapa hanya mendukung beban pagar tembok saja tidak kuat?

Beban gravitasi atau beban vertikal pagar tembok bata memang tidak besar, paling-paling hanya 5 ton per tiang pagarnya. Daya dukung tiang mini pile memang besar yakni minimal 20 ton, tetapi arahnya vertikal. Mungkin para perancang dan pemilik bangunan pagar itu lupa, bahwa gaya tekanan tanah aktif yang merupakan beban lateral (horizontal) itu sangat berbahaya buat struktur pagar tembok.

Saya berani jamin, para perancang bangunan pagar tembok ini tidak mengantisipasi gaya-gaya lateral yang bekerja pada pagar. Mereka hanya terpaku dengan daya dukung vertikal mini pile yang bisa mencapai 20 ton. Mereka lupa tiang mini pile di tanah rawa, yang jumlahnya hanya satu batang itu sama sekali tidak bisa menahan gaya lateral akibat tekanan tanah aktif yang cukup besar itu. Sehingga pagar mulai miring, retak karena tidak ada tahanan kesamping. Itulah penyebab utamanya.

Sebenarnya untuk mengatasi masalah ini cukup mudah. Bila tetap ingin mempergunakan mini pile agar bisa mencapai tanah keras di bawa tanah rawa dengan mudah, harus mempergunakan lebih dari satu tiang. Tiang-tiang ini disusun tegak lurus terhadap dinding pagar tembok, agar mempunyai tahanan terhadap gaya geser dan guling arah lateral. Bisa juga mempergunakan pondasi foot pelat di atas mini pile yang panjang diletakkan arah melintang pagar tembok, tentu dengan maksud yang sama.

Timbul pertayaan, bila mempergunakan lebih dari satu mini pile pada sati titik kolom, tentu akan boros … dong. Untuk mengatasi pemborosan ini, sebenarnya Anda bisa memperpanjang jarak tiang pagar, tetapi harus mempergunakan tie beam yang cukup kaku dan tetap harus diperhitungkan kemungkinan terjadinya tambahan gaya lateral. Bisa juga dengan merencanakan struktur (seperti skor) atau turap (retaining wall) untuk menahan gaya-gaya lateral tersebut. Demikianlah pembahasan singkat ini, semoga bermanfaat.***

Sumber : http://ronymedia.wordpress.com/2011/01/17/menyoal-banyaknya-pagar-miring-di-pekanbaru/



Terkait
Agenda Kegiatan
Informasi Singkat
Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Pengumuman
Download
Link